Kenapa Nasi Harus Diaduk Setelah Matang?
Bagi orang Indonesia, kata kenyang itu kalau sudah makan nasi. Kalau belum makan nasi, maka belum dibilang kenyang. Karena kalau belum makan nasi menurut orang Indonesia rasanya belum afdol. Pastinya sudah hal yang wajib orang indonesia menggunakan rice cooker untuk memasak nasi. Ketika nasi yang dimasak di Rice Cooker sudah matang, pasti orang tua mu menyuruh kita mengaduk nasi tersebut bukan? Katanya, nasi harus diaduk supaya tidak cepat basi.
Meski tidak tahu alasan ilmiahnya, kamu tetap melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan. Nah seorang Fisikawan Indonesia yang bernama Mikrajuddin Abdullah, menjelaskan fenomena ini dari sudut pandang ilmiah.
Fisikawan asal Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang juga tercatat sebagai dosen terbaik di ITB tingkat nasional pada tahun 2010 ini mengunggah penjelasan ilmiahnya melalui akun Facebook. Berikut penjelasannya:
- Penjelasannya :
Menurutnya, jika nasi tidak diaduk begitu sudah matang, maka nasi akan basi karena ada air yang terperangkap di antara butiran nasi. Dengan adanya ruang kosong, maka air yang terperangkap akan menguap lebih cepat Ruang kosong ini memudahkan air yang terperangkap di bagian dalam untuk menguap keluar. Maka demikian, jumlah air yang terperangkap dalam nasi berkurang dan nasi bisa awet lebih lama daripada nasi yang tidak diaduk setelah matang. Postingan profesor yang mendalami ilmu nanomaterial ini rupanya menuai berbagai komentar warganet. Tidak sedikit yang setuju dengan pernyataan dalam postingan tersebut dan ada juga yang mengucapkan terimakasih atas informasi yang di berikan.

Menurutnya, jika nasi tidak diaduk begitu sudah matang, maka nasi akan basi karena ada air yang terperangkap di antara butiran nasi. Dengan adanya ruang kosong, maka air yang terperangkap akan menguap lebih cepat Ruang kosong ini memudahkan air yang terperangkap di bagian dalam untuk menguap keluar. Maka demikian, jumlah air yang terperangkap dalam nasi berkurang dan nasi bisa awet lebih lama daripada nasi yang tidak diaduk setelah matang. Postingan profesor yang mendalami ilmu nanomaterial ini rupanya menuai berbagai komentar warganet. Tidak sedikit yang setuju dengan pernyataan dalam postingan tersebut dan ada juga yang mengucapkan terimakasih atas informasi yang di berikan.
Sumber : Liputan 6
Terimakasih. Jangan lupa Share ya. Semoga Bermanfaat.



Social Plugin